Laman

Senin, 14 April 2014

Rumah Produksi Pupuk Organik Roboh


image
WONOGIRI - Jumlah petani di Kabupaten Wonogiri banyak. Tapi yang kreatif dapat membuat pupuk organik, jumlahnya sedikit. Diantara yang sedikit itu, Tukimin (55), warga Dusun Ngawen, Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, tampil menjadi perintis pertama pembuat pupuk organik di Wonogiri.
Itu dia lakukan sejak dua dasa warsa yang lalu. Ketika Wonogiri dipimpin Bupati Tjuk Susilo. Usahanya berhasil berkembang baik. Dari tahun ke tahun, produksinya terus meningkat. Karena itu, kemudian dibangun rumah produksi pupuk organik.
''Tapi rumah produksi itu roboh rata tanah, diterjang bencana puting beliung,'' keluh Tukimin.
Seperti diberitakan, bencana puting beliung melanda lima dusun di tiga desa di wilayah Kecamatan Selogiri, Wonogiri. \ Tiga rumah warga roboh rata tanah dan 183 lainnya rusak. Ratusan pohon tumbang dan patah dililit pusaran angin. Termasuk rumah produksi pupuk organik milik Tukimin, roboh total.
Sehari-harinya, Tukimin menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Ngawen. Dia juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Kelompok Tani Nasional Andalan (KTNA) Kabupaten Wonogiri.
''Pada hal, baru saja saya menerima order pembelian pupuk organik sebanyak 120 ton. Tapi kiranya itu sulit saya dipenuhi. Habis bagaimana lagi, wong rumah produksinya saja rusak total seperti ini,'' ujarnya.
Sebagai tokoh petani, Tukimin, termasuk kreatif. Kecuali menjadi produsen pupuk organik, dia juga bertani padi organik tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida.
Dia juga memiliki dua unit penggilingan padi atau rice mill. Di areal lahan olahannya, berulangkali dijadikan kebun demplot (demonstrasi plot) jagung hibrida benih unggul.
Pada sisi lahan yang lain, terpilih jadi kebun percontohan penanaman aneka sayuran. Bahkan pernah di rumah yang berada di sisi timur tempat produksi pupuk organik, dijadikan ajang pendidikan dan latihan (diklat) tani maju.
Tani Maju
Para kader tani dari berbagai kabupaten di Jateng, Jatim, Jabar dan DI Yogyakarta, pernah dikirim ke padepokan Kelompok Tani Maju pimpinan Tukimin. ''Bahkan juga datang dari Pulau Bali,'' tutur Tukimin.
Mereka menjalani diklat untuk memperdalam aneka usaha tani. ''Dulu memang di sini jadi pusat diklat tani maju. Juga menjadi pusat pendidikan sekolah lapang para pemuka tani, serta untuk ajang berbagai kunjungan studi banding,'' ujar Tukimin.
Ketika mengetahui rumah produksi pupuk organik roboh, masyarakat sekitarnya merasa ikut kehilangan. Tanpa diminta, warga sekitar berdatangan ikut membantu membersihkan puing-puing rumah produksi yang roboh tersebut. Bantuan tenaga kerja bhakti, juga datang dari para pemuda Muhamadiyah pimpinan Bambang dan Ngatiyo.
''Saya berterima kasih sekali kepada semua pihak yang peduli membantu kami,'' tutur Tukimin.
Dia sulit menghitung berapa nilai kerugian materi, terkait dengan musibah puting beliung tersebut. Sebab dua mesin penggilingan padinya juga ikut rusak. Termasuk stok beras dan bekatul pun juga rusak tersiram hujan bersamaan datangnya puting beliung.
Bahkan perintisan pembangunan kolam untuk budidaya ikan hias yang berada di sisi sampingnya, kini terancam mangkrak. Menghadapi musibah ini, Tukimin, mengaku belum memiliki konsentrasi harus memulai bangkit dari mana lagi.
( Bambang Purnomo / CN19 / SMNetwork

DAFTAR BLOG TER-UPDATE